Berkali-kali penulis mempertimbangkan hal tersebut. Penulis menjadi semakin gundah ketika ada opini dari kaum bumi datar yang berbunyi demikian, “Sahabat sendiri aja dikorbani, gimana mau adil“. Opini ini seolah-olah membenarkan kecurigaan penulis akan kondisi yang ada sekarang ini, “Jokowi mengorbankan Ahok!”.
Setelah penulis mempertimbangkan bolak-balik, akhirnya penulis sadar bahwa Jokowi tidak mengorbankan Ahok. Jokowi sesungguhnya mendukung Ahok. Ia mendukung Ahok melalui dukungannya terhadap Tito Karnavian, Kapolri Kita. Ia mendukung Ahok dengan membiarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ia mendukung Ahok dengan tidak melakukan sensor atas apa yang ada di media sosial atau pun koran. Ia mendukung Ahok dengan melakukan pembubaran HTI.
Jadi rasanya tidak pantas bila kita sebagai pendukung Ahok menyalahkan Jokowi. Kita harus sadar bahwa kita hidup di jaman yang berbeda dengan jaman pak Harto. Jaman dimana media sosial bisa dikontrol. Jaman dimana kekuasaan hukum ada di tangan eksekutif, Presiden. Di jaman ini Presiden tidak bisa mengintervensi pengadilan. Jika ia melakukan hal itu maka ia bisa diimpeachment. Ia bisa di Gus Dur kan oleh DPR. Jika hal ini terjadi maka JK akan naik menjadi Presiden!
Ingat! Jokowi bukan superman. Kita juga tahu bahwa institusi hukum itu sudah sedemikian akut boroknya termasuk di dalamnya Mahkamah Konstitusi. Jokowi sadar bahwa ia tidak punya kemampuan untuk bisa mengontrol institusi ini. Jokowi hanya bisa mendorong KPK mau pun kepolisian untuk lebih meningkatkan pengawasan mereka akan institusi ini.
Kita boleh kecewa atas apa yang terjadi pada Ahok tetapi kita tidak boleh menyalahkan Jokowi atas apa yang terjadi pada Ahok. Apalagi kita kemudian tidak mau mendukungnya. Hal ini jangan sampai terjadi. Jika ini terjadi maka kamu bumi datar akan bersorak-sorak. Tujuan mereka akan tercapai. Melemahkan barisan pendukung Jokowi melalui kasus Ahok, yang pada akhirnya memuluskan rencana mereka untuk mengganti Jokowi melalui Pilpres 2019. Jika itu terjadi maka Indonesia akan masuk ke jaman kegelapan. Jaman dimana uang rakyat dihambur-hamburkan untuk kepentingan mafia-mafia anggaran. Korupsi merajalela, pembangunan infrastruktur akan kembali ke titik nadir! Pelayanan publik menjadi rusak!.
Apa yang terjadi pada Ahok itu semata-mata karena memang Ahok harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan. Ahok berlaku satria. Ia menjalani semuanya. Ia tidak lari dari tanggung jawab yang ia emban. Ia lalui semua proses ini. Beda dengan apa yang telah terjadi dengan para musuh-musuhnya. Mereka yang mengaku dirinya “suci” ternyata tidak lebih dari kumpulan pengecut yang selalu “ngeles” ketika dipanggil oleh kepolisian! Bahkan tidak jarang mereka membawa pasukan untuk membela diri mereka agar mereka bisa menekan polisi untuk tidak menahan mereka.
Saya yakin dengan ditahannya Ahok maka Presiden akan kehilangan Ahok. Presiden kehilangan seseorang yang sangat diandalkan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa! Ahok adalah salah satu pejabat publik yang bersih dan tipe pekerja keras. Saya yakin, jika Jokowi punya kemampuan dan kekuatan yang sah secara hukum maka ia akan membebaskan Ahok! Sayangnya kenyataan itu tidak sejalan dengan harapan kita.
Kita harus tetap mendukung Jokowi untuk membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Kita harus mendukung apa yang dilakukan oleh Jokowi untuk Ahok yaitu pembubaran organisasi radikal seperti HTI dan juga FPI. Kita juga harus mendukung Jokowi agar Tito Karnavian bisa menuntaskan kasus makar Aaad Dani, Khatot, Ratna Sarungan, Sri Bintang Tujuh dan juga untuk bisa menahan Rijik untuk kasus chat sex serta penodaan Pancasila dan juga Bunbun Yani. Disisi lain kita juga tetap harus mendukung dan mengingatkan Jokowi akan adanya orang-orang yang khianat di lingkar dalam pemerintahannya yang sekarang ini telah berani secara terbuka menunjukkan batang hidungnya.
Ditahannya Ahok menjadi pintu masuk bagi orang-orang yang saya sebutkan di atas. Jika Ahok ditahan maka mereka pun harus ditahan. Tidak ada kata “kriminalisasi Ulama”. Ulama tidak akan dikriminalisasi jika memang mereka tidak melakukan perbuatan kriminal! Penahanan mereka itu tidak ada hubungannya dengan agama. Mereka murni berbuat kriminal, jadi pantas untuk ditahan. Jika hal itu terjadi maka ini baru disebut keadilan! Keadilan telah ditegakkan!
Di sisi lain Jokowi tidak boleh dibiarkan sendirian. Kita pendukungnya harus berada di garis terdepan untuk memberikan informasi-informasi yang penting. Kita harus berani mengedukasi masyarakat agar tidak semakin tergerus oleh informasi yang tidak benar. Informasi yang dikendalikan oleh pemegang media massa besar.Kita juga harus senantiasa mengingatkan pemerintahan Jokowi akan adanya radikalisasi di kalangan pendidikan. So, pastikan kita tetap ada di belakang Jokowi untuk bisa memastikan beliau menjadi Presiden yang kedua kalinya. Jika kita tidak mendukung Jokowi maka pengorbanan Ahok akan sia-sia. Pertimbangkan hal tersebut dengan matang-matang! Merdeka!






0 coment�rios: